Showing posts with label silly. Show all posts
Showing posts with label silly. Show all posts

27 April 2019

kamar kos

sebaris rekah menjaga ruangnya
dari daya tipu mata yang memangsa
kelenggangan harga kesendirian.
ia selalu berkata,
ruangku ladang berdamai
dari kemalasan pengaturan,
dari serpih-serpih tembakau,
dari goda-goda asesoris priyayi;
ruangku sediakan kesepian
yang kau butuhkan,
juga semaikan serakah yang kau lakukan.

Mks, 27apr 2019

21 April 2019

legend of tomorrow

Legend of tomorrow
was born from mother time,
raised to be folklore and history,
until present gives a summary of life.

And s/he believes no more to the sky,
where dreams were to fly
and out of horizon.
S/he rather trusts the soil,
where ideas would grow beyond
and sin made of tree thorns.

Shade of tomorrow
visits very early on any days.
A mystic orientation, it reiterates,
for it'll give you faith and hope.
To which, s/he replies,
it will only give me fallacy.

Mks, 21apr2019

01 January 2019

HNY 2019


Selamat menjalani lembaran baru (lagi).

Semoga ga bosen menyemangati diri sendiri darn orang2 lain.

Semoga masih mampu menghangatkan dan menenangkan pribadi yang gelisah.

Mks, 1jan2019

01 August 2018

Dari kebosanan, lahirlah kebijaksanaan.

cuihhh... plak.. plok...
"skali lagi ngomong jorok, kusepak mulut kau itu."
"????!!!!!"

Mks, 28 jul 2018
what does it take to understand us?
time ? it is not forever.
words ? they are fiction.
regularity ? a boredom falls asleep.
action ? it is swollen after a bite
mutual benefit ? better make it in written.
exchange of value ? it's a long steps for below-average mind.

Mks, 27 jul 2018

13 March 2018

Ia memelukmu nyaman,
setiap kali dua kait terluar dipasang.
Busanya tidak berkhianat,
tetap tegar walau diguyur keringat,
atau digulung dan diperas.
Dan karena kali ini ia berwujud merah,
hipster marun akan menemani.

Kau tidak menyesal memilikinya,
aku pun tidak menyesal memilihkannya.

Mks, 5 mar 2018
Aku bosan,
niat jahatku selalu mencengkram,
melahirkan gembira yang rentan.
Sudi kiranya nona merekam,
menimbang moral dan masa depan,
sebelum tersujud dan mendekam
dalam nyaman kata dan sentuhan.

Mks, 21 feb 2018

02 January 2018

Duduk-duduk sore di pinggir mantan kebun.
Tak sengaja menguping burung gereja bergosip,
"Bunga melati sedang berahi,
diperkosanya angin beberapa hari.
Ketahuan oleh cucu pak bedul,
diraupnya semua jadi kembang tabur."

Mks, 2 jan 2018
Rasanya aku tahu,
setiap jalan dan setapak menuju rumah
dan tatapan acuh mereka
mengatakan ia terlalu sering pulang.
Dedaunan dan debu membelanya,
"Ia bawa riang dan makanan."
Tikus dan belatung mengiyakan,
"Banyak sisa mayat diberikannya pada kami."
Tikungan depan melengos ke kiri,
mual tapi terpaksa dia antarkan,
karena takut diingkari pengaspalannya.

Mks, 2 jan 2018

28 September 2017

bokongmu

Lekuk itu tertera jelas.
tanpa lengkung-lengkung yang tak diperlukan.
Tidak tebal, tapi jelas padat.
Porsinya pas dalam sebuah raup.
Huft... ternyata hitam bukan buatmu.
tapi kelabu tua, itu balutanmu.

Mks, 28 sep 2017
seperti yang lain, kamu pun percaya
pada kehendak ilahi dan janji yang sakral.
seperti yang lain, kamu masi mengira
akan menyiangi risau dan membajak cita
pada lajur masa kita.

seperti yang lain, kamu siap dibuahi.
seperti yang lain, kamu ingin dinafkahi.
seperti yang lain, kamu selalu menambahkan tapi.
seperti yang lain, kamu asah setajamnya iri.
seperti yang lain
seperti yang sebelumnya
seperti yang lalu terjadi
kamu bubarkan kita.

Mks, 27 sept 2017

03 April 2017

Dulu saya bercita-cita ga jadi tenar.
Karena kalau terkenal, kemungkinan dicari orang.
Kalau didapat, pasti saya harus siapkan pulpen.
Itulah yang saya malu,
Tulisanku seperti cakar ayam.
Herannya,
setengah harapan itu terkabul.
Saya memang batal terkenal,
tapi seringkali dicari orang.
Entah karna pulpen mereka,
atau dikembalikan ke bangsal.

Mks, 3 apr 2017
Bulu ketekmu itu memorable lho....
Jangan lupa itu.
Mereka mungkin membuang muka,
karna ingin melupakan nista.
Kalau aku,
sudah lama jadi pendusta.

Mks, 3 apr 2017

16 March 2017

edisi inget kebelet bab

Pernah bersiul untuk lupakan sakit.
Pernah juga terpaku menahan pedih.
Pernah juga hindari dingin karna keringat sudah mengucur.
Dulu lebih parah, 
enggan pergi karena tak siap.
Masa lalu,
sudah seharusnya jadi lucu.
Saat ini,
lebih berani berekspresi,
Cukup bermodal sabun cair dan lembar dua ribuan.
Engga sungkan ke pergi ke jamban.

Mks, 16 mar 2017

20 January 2017

Aih.... lama sudah tak bersua.
Kau katakan rindu sudah tak tertahankan.
Maaf, aku hanya bisa tersipu,
entah rindu atau ilfil.
Masi kuingat dua tahun lalu,
pertemuan kita di bawah shower
dan pencukur yang kau campakkan.
Kamu masih tak berubah,
dadamu tetap membusung,
bersaing dengan hidung mancung.
Juga bulu ketekmu yang pernah membuatku resah.

Mks, 19 jan 2017

nomornya 36b

Jangan! Biarkan terkancing.
Yang misteri itu lebih menggairahkan.
Sudah kuhapal bentuknya,
bahkan berapa tahi lalatnya.
Memang tidak terlalu padat,
toh kamu juga malas berolahraga.
Selalu kubilang bagus,
walau kaubilang pucuknya tenggelam.
Kurasa karna itu,
kau ingin selalu dikulum
supaya mancung terlihat.

Mks, 19 jan 2017

16 January 2017

Kecepirit

Entah apa yang perlu diucap,
syukurlah atau mohon maaf.
Ketika semua sudah terlanjur.
menawarkan kebekuan ruang cerna.
Menyudahi peluh dingin semalaman.
ini sudah berakhir.
Dan jelas sudah nasibmu di hari ini: 
merendam menyabun menyikat ampas tersaring dalam celana.
Bipbip... wa-mu kembali datang: 
gws.

Mks, 16 jan 2017

29 December 2016

Rindumu palsu,
ujarmu basa basi,
cintamu omong kosong.
Katamu kau cinta,
tapi cintamu berselingkuh dengan rindu.
Kutau itu karna kau bosan bermasturbasi.

Ujarmu menenangkan,
setidaknya pernah kupercaya.
Ternyata cuma placebo penurun panas,
tidaklah mungkin musnahkan pelet asmara yang kau tanam.

Mks, 29 des2016

19 December 2016

berak

Lantainya masih dingin,
saat para maestro mulai bernyanyi.
Volume merangkak naik,
dentum bass menghangatkan aroma lembab. 
Aroma kopi pekat menambah warna pagi.

Disini kunikmati singgasana pagi.
Seorang penguasa wilayah 4x4 meter. 
Hiburan dan hidangan sudah tertata. 
Akan kunikmati seusai membasuh dan pakai celana.

Mks, 18 des 2016

02 December 2016

Rindu ?
Dia belum pulang sejak kemarin dulu.
Mungkin sengaja lupa harap yang berbumbu.
atau dia disegerakan ke penghulu.

Entahlah...
Kehadirannya tidak penting lagi.
Hanya mengulang-ulang semua tragedi.
Seharusnya dia diaborsi.

RMB Makassar, 23 nov 2016