16 May 2016

kecantikanmu adalah humor sarkastis
di percakapan tentang nasib.
untuk sebuah kesempatan yang terlarung bernama pernikahan.
mimpi mimpi lalu terlahap pagi buram
dan dosa pun meratapi kehadirannya.

tumpukan itu tidak lagi dijamah,
lalu pasrah pada rayap dan kutu buku.
hanya tubuhmu pasrah terjamah
menunggu mencari sang pembisik
yang berdecak kagum pada keteguhanmu.

Makassar, 13 Mei 2016

oo queen of the ash
rise yourself and embrace
morning wipes late night dust
for another tasteless grace.

my lady of far east
arrogance is your bliss
for your soul around the feast
how i desire your cynical kiss.

Makassar, 3 Mei 2016

u dont know how much a home u r to me.
u also dont know how much i want us to be.
u hold me as if i was a mannequin. u forgot i am a man as i was.
so let me go. and trust that i will always return to u.

Makassar, 1 Mei 2016

tentang konseling

mencari sewujud saya pada rentetan peristiwa.
lewat kata di pertemuan yang masih maya.
terlontar ujar yang tak selalu santun.
dapatkan geli yang kamu minta selalu.
lalu, larut.
saya berwujud.
terpantul salut.
terpancar kagum.
terjerat silau.

adalah cermin yang kemudian berkata,
"pulanglah ke masa lalu. selesaikan. maka kamu ada."

Makassar, 27 april 2016
rinduku adalah
basa basi di hari pernikahannya.
melenggang riang menyeruak gagah.
kubiarkan ia menampakkan diri pada mempelai
supaya resah siang malamnya.
lalu ku kan pulang selayaknya pemenang.
bahwa aku pantas diinginkan.

Makassar, 16 april 2016

percakapan imajiner

rinduku
adalah percakapan imajiner
dalam rongga kepala,
dibumbui memori manis
dan pahit,
dimasak di atas bara hati.

Makassar, 16 april 2016

suatu hari nanti kutertawai kehilanganmu.

Makassar, 4 april 2016

26 March 2016

pesta pora para pengerat
sepanjang muka tanah melarat
pantang bertopeng, berbuka aurat
tersirat. tersurat.

usang sudah cerita bandit
menakluk kalah pada satria piningit.
ini era pandawa yang jadi genit
beranak mantu dan berperut buncit

@mks, 26 mar 2016

by the sea, she sat.
for some tea and a lad.
took some time to understand the math,
for which she justifies her path.

then, a smile was that she lost.
agony is now the host.

i wonder,
if her tongue also turns bitter.

@mks, 26 mar 2016

25 March 2016

why keep hoping when journey ends?
why preserve when time tells expiration?
for something once dreamt and never happens?
was there wrong along the way? that turned us pathetic...

@mks, 25 mar 2016

these been gloomy days.
to wait the unborn,
as a reason to be home.

years of travel were no such drive ever came.
this solitaire mind is at war against the free soul.
drown and lost.

drink up your restless bowl.
for death, we say.

@mks, 24 mar 2016

bertahan sehat

kamu pernah pelajari bahannya. lalu berlatih menambal bagiannya yg rusak. kamu semakin mahir menyambungkan, bahkan mampu menganyam sehalus bahan asli. semua paham, hanya yg cerdaslah yg mampu.
di suatu hari yg berbahagia, sumpahmu menolong dan menyelamatkan. tanpa embel-embel rupiah tersyaratkan. bahwa hidup dan kualitasnya harus dipertahankan, jikalau mampu, ditingkatkan.
lalu, semua berharap. bahwa kamu masih mau meraba dan menganyam. tanpa terpagar administrasi dan birokrasi.

@mks, 22 mar 2016

so if marriage is an agreement, in which being a lover is the job and a husband is the career, then one could only be a good lover and a professional husband.
but over centuries, being a professional lover is commonly practiced and desired, whilst a good husband is just fairly enough.

@mks, 21 mar 2016