25 November 2007

jalan yang keras, udara panas, orang2 menatap ganas

tak ada teman bicara, hanya katak2 yang menggonggong

lagu terindah hanyalah tamparan angin pada daun pisang

senandung anak sapi di padang ilalang, tanpa sadar
terpisah dari ibu

cerca dan cerita, tawa dan gumam, gertak sambal,
mi kepiting, pecel jawa

semua jadi menarik. dan membosankan.

semua ada di sini, tempat yang tak bisa kau dengar,
tak bisa kau lihat.

banda aceh, 25 nov 2007

03 June 2007

tentang anak-anak yang terbuang.

senandungku berulang
pada bait yang sama.
bait yang memang tidak
kulengkapi.
karena hanya itu arti
kesepianku,
kesendirianku.
karena di situ,
aku berada
rasa yang tumbuh
dan bergulir di tapak yang sama

"dahulu, kau mencintaiku.
dahulu, kau menginginkanku.
meskipun tak pernah ada jawabku
tak berniat kau tinggalkan aku

sekarang kau pergi menjauh.
sekarang kau tinggalkan aku.
di saat kumulai mengharapkanmu
dan kumohon, maafkan aku.

aku menyesal tlah membuatmu menangis
dan biarkan memilih yang lain.
tapi jangan pernah kau dustai takdirmu.
pasti itu terbaik untukmu.

janganlah lagi kau mengingatku lagi.
aku bukanlah untukmu.
meski kumemohon dan meminta hatimu,
jangan pernah tinggalkan dirinya,
untuk diriku."*

perempuan,
kau kandung aku
kau bawa dunia di hadapanku.

laki-laki,
kau sempurnakan perempuanmu
tidakkah kau pernah
memikirkanku.

aku terdampar
entah dimana
tak tau siapa mesti kucari
pulang kemana rumahku

depok, 1 juni 2007
*cuplikan "Aku bukan untukmu" oleh Rossa

apa isi pikiranmu, pengemis

aku menumpang hidup
pada jalan raya yang megah
dan kilau lampu toko

belas kasihan saja yang buat aku hidup

jangan sebut semangat,
tak ada dalam kamusku.
apa itu bara dalam hati,
aku tak kenal.

karma apa yang aku jalani,
dari hidup sebelum yang ini.

aku hanya minta sedikit saja
seharga sesuap mie kuah berkejumu itu
uangkan untukku,
biar aku bisa melangkah
ke lain tenda.

tapi,
tak ada harga diriku
kibasan tangan saja yang menyambut
bahkan tak ada tatapan sungkan mereka
mereka anggap aku ini lalat
yang mengganggu makan malam
atau busuk yang melahap selera makan

aku jadi bertanya,
apakah aku manusia
ataukah aku borok?
(borok menjijikan pada kulit pembangunan)
apakah aku nista
yang disebut-sebut dalam kitab suci?

depok, 1 juni 2007


melihat pada sosok pengemis yang ditolak sedekahnya.
yang menolak : gw.

23 May 2007

dan aku pergi
meninggalkan tanah yang menumbuhkan cintaku
meninggalkan sekian kenangan yang nanti
memicu keharuan

sebegitu beratkah beban yang kusandang?
aku tak paham...
entah apa yang begitu menakutkan
hingga aku memutuskan angkat kaki.

berat hati melangkah di pagi buta
sambil berharap matahari lupa bersinar
sehingga malam tak pernah berakhir
dan waktu mematung untukku,
sekali ini saja.
hanya sekali ini.

ada beban yang kubuang
dari lintasan langit sumatera.
beban yang tak boleh lagi kubawa.
ketakutan yang meruntuhkan citra diri

dan wewangianmu mengikutiku.
beserta doa yang kau panjatkan untuk
hidup baikku (dan kita).
aku menikmatinya,
aku menikmatimu.


depok, 22 mei 2007 (22 hari setelah keluar dari Teluk Dalam, Nias)

20 April 2007

blogthings.com

Your Blogging Type Is Thoughtful and Considerate
You're a well liked, though underrated, blogger.You have a heart of gold, and are likely to blog for a cause.You're a peaceful blogger - no drama for you!A good listener and friend, you tend to leave thoughtful comments for others.

10 April 2007

jangan khawatir !
angin malam kan bawa kecupku
dan menitipkan pada embun pagi
yang jatuh ke tanah
dan terserap terurai.

kau akan hirup sejuknya aroma rumput,
menelusuri lorong-lorong nadimu.
dan rasakan juga
kerinduan yang sama ketika
aku mulai menapaki langit biru tanpamu.

teluk dalam, 9 april 2007, 16:....

16 December 2006

aku mulai bosan untuk bertanya
mengapa, bagaimana, apa, dimana
kau hanya terdiam dan menatap gelisah
kenapa orang ini tak punya semangat
tak mungkin kubaca pikiranmu
tak ingin juga kujawab pertanyaan-pertanyaamu.
sudahlah, teman.
sel-sel otakku kubiarkan mati
buluh-buluh rasa kubiarkan kebas.

mati suri kah aku?
kau tak bisa menjawab itu, karena kau tidak tau siapa aku.
kita baru saja bertemu dan berkencan.

bukan kau yang kubutuhkan saat ini.
bukan pula sentuhanmu.
walau lentik-lentik jemarimu membakar berahi.
tapi bukan kau yang kubutuhkan.

aku terbiasa sendiri. tidak berbagi. tidak memiliki.
aku adalah sendiri.
hanya titik noda yang bermimpi jadi laut.

teluk dalam, 14 desember 2006

14 December 2006

tuhan bingung.
tuhan bingung karena malaikat
tuhan bingung karena malaikatnya ngambek

malaikat ngambek.
malaikat ngambek setelah liat manusia
malaikat ngambek setelah liat manusia saling jatuh cinta

manusia jatuh cinta.
manusia harus jatuh cinta karena tidak sempurna
manusia harus jatuh cinta karena tidak sempurnanya harus disempurnakan dengan berpasangan

tuhan mbikin manusia supaya berpasangan.
tuhan... lo bikin malaikat berpasang-pasangan ga?
tuhan... lo bikin malaikat ngambek karena malaikat ga tau mesti jatuh cinta sama siapa
tuhan... bukan cuma manusia yang mesti kau kasihi, malaikat-malaikatmu butuh perhatian juga

lo tau, han, gw bilang ini karena gw ga banyak tentang lo.

teluk dalam, 14 desember 2006.

26 October 2006

magabut

makanya bisa mengisi blog dengan tulisan2 tak berguna itu. karena kapasitas otakku tak bguna.
senandungmu aneh.
padahal, suaramu merdu.

senyummu renyah,
walau lekuk bibirmu menanda kalah.

tatapmu lembut,
sandiwara untuk para lelaki kah?

kupikir kau cerdas,kupikir-pikir lagi...
tidak. kau tidak secerdas itu. kau hanya....
ulet. ulet dan gigih.

kau bilang kau pengalah.tapi kulihat matamu
dan kutemukan sosok penyelinap.

kau hanya kalah,
pada bayangan di muka cermin.
atau di penglihatan si buta !!!

teluk dalam, nias, 26 oktober 2006, 10.28pm
apa yang aku mau tau tentang dirimu?

kupikir semua cerita tentang dirimu.
cerita-cerita masa lalu yang membuatmu berisi, punya arti
atau mungkin cerita-ceritamu itu yang memberi makan kepercayaan diriku?
ya, benar juga apa adanya!
cerita dari bibirmu itu bukan kata-kata, melainkan angka-angka.
dan jarum khayal dalam benakku bergulir ke kanan dan ke kiri, menjadi saksi harga diriku.

kau tau, manisku?
semua ucapku adalah untuk membeli keyakinanku,
bahwa aku ingin merasa berharga buatmu.
sungguh!!!

teluk dalam, nias, 26 oktober 2006, 10.15pm

04 October 2006

ngaco

semua yang kuinginkan ada padamu.
ingin kuletakkan semua yang pernah kumimpikan
di hadapanmu,
biar kamu saja tentukan nasibku.

maka, aku pergi.
hanya untuk mencari pilihan lain.
cuma sebuah cara melarikan diri,
bukan cara untuk menyadarkan diri.
dan pergi hanya semakin menguatkan
pelukan-pelukan yang belum pernah diberikan.

bagaimana mungkin rasa bisa memilih,
karna rasa cenderung mabuk.
dan dalam mabuknya, rasa tidak pernah bisa ingkar.

pengingkaran yang tak ada guna !
nias, sebuah pulau impian. bener2 ga nyesel untuk datang ke pulau ini. pulau indah dengan penghuni yang indah.
sepinya malam, akrabnya penduduk, hantu dendam perang antar öri(semacam area kekuasaan bangsawan), tuak suling, perempuan cantik, orang tua tak berbahasa indonesia, nyaring suara debur ombak, babi panggang, jalan utama tanpa lampu, malu-malu sinyal hape, mitos mistique, kawin muda, janda muda beranak dua, anak kecil pemecah batu karang, wanita tua mengeduk pasir.
sebuah peradaban dalam langkah menuju moderenisasi. merenggangkan ikatan kebersamaan dalam kesulitan, mengencangkan persaudaraan dalam kebahagiaan.situasi kondusif untuk mengembangkan empati dan ketegasan, fleksibilitas dan keteguhan. harus juga menahan diri supaya tidak merusak budaya asli nias yang makin tergerus dengan materialisme, city-people wanna be.